Hipertensi - Klasifikasi Penyebab dan Mengobati Darah Tinggi Ampuh

Pengertian Hipertensi

Hipertensi disebut juga dengan tekanan darah tinggi. Hipertensi adalah kondisi medis kronis dengan tekanan darah di arteri meningkat. Peningkatan tekanan darah tersebut membuat jantung bekerja lebih keras untuk mengedarkan darah melalui pembuluh darah.

Menurut Kemenkes RI, hipertensi atau tekanan darah tinggi adalah peningkatan tekanan darah sistolik lebih dari 140 mmHg dan tekanan darah diastolik lebih dari 90 mmHg pada dua kali pengukuran. Pengukuran yang dilakukan yakni berselang lima menit dan dalam keadaan tenang atau cukup istirahat.

 

Tekanan Darah Normal

Sistolik dan diastolik, pengukuran tekanan darah melibatkan dua hal tersebut. Pengukuran sistolik didapat saat otot jantung berkontraksi (sistole), sedangkan diastolik didapat saat otot jantung berelaksasi di antara denyut (diastole).

Sebagai informasi tambahan, tekanan darah normal pada saat istirahat adalah dalam kisaran sistolik 100-140 mmHg dan diastolik 60-90 mmHg. Jika tekanan darah seseorang melebihi kisaran tersebut, yakni melebihi 140/90 mmHg, maka seseorang tersebut mengalami hipertensi.

 

Klasifikasi Hipertensi

Berdasarkan data Kemenkes RI, klasifikasi hipertensi terbagi menjadi:

1. Berdasarkan penyebab

  • Hipertensi Primer atau Hipertensi Esensial

Hipertensi primer atau hipertensi esensial adalah hipertensi yang penyebabnya tidak diketahui (idiopatik), walaupun dikaitkan dengan kombinasi faktor gaya hidup seperti kurang bergerak dan pola makan. Hipertensi jenis ini terjadi pada sekitar 90% penderita hipertensi.

  • Hipertensi Sekunder atau Hipertensi Non Esensial

Hipertensi sekunder atau hipertensi non esensial adalah hipertensi yang diketahui penyebabnya. Penyebabnya yakni penyakit ginjal (5-10% penderita) dan kelainan hormonal atau pemakaian obat tertentu (1-2% penderita).

2. Berdasarkan bentuk hipertensi

Klasifikasi hipertensi berdasarkan bentuknya antara lain hipertensi diastolik (diastolic hypertension), hipertensi campuran (sistol dan diastol yang meninggi), serta hipertensi sistolik (isolated systolic hypertension).

 

Terdapat jenis hipertensi yang lain:

1. Hipertensi Pulmonal

Hipertensi pulmonal adalah suatu penyakit yang ditandai dengan peningkatan tekanan darah pada pembuluh darah arteri paru-paru yang menyebabkan sesak nafas, pusing dan pingsan. Hipertensi pulmonal dapat menjadi penyakit berat yang ditandai dengan penurunan toleransi saat beraktivitas dan gagal jantung kanan. Hipertensi pulmonal sering dialami oleh usia muda dan usia pertengahan.

2. Hipertensi Pada Kehamilan

Terdapat 4 jenis hipertensi yang umumnya terjadi pada saat kehamilan, yaitu:

  • Preeklampsia-eklampsia. Preeklamsi adalah penyakit yang timbul dengan tanda-tanda hipertensi, edema, proteinuria yang timbul karena kehamilan. Selain tekanan darah yang meninggi, juga ditemukan kelainan pada air kencingnya.
  • Hipertensi kronik, yaitu hipertensi yang sudah ada sejak sebelum ibu mengandung janin.
  • Preeklampsia pada hipertensi kronik, yang merupakan gabungan preeklampsia dengan hipertensi kronik.
  • Hipertensi gestasional atau hipertensi yang sesaat.

 

Seputar Penyebab Hipertensi

Penyebab hipertensi belum bisa dipastikan. Kemungkinan menderita hipertensi semakin meningkat seiring bertambahnya usia. Berikut ini beberapa faktor yang dapat memicu peningkatan risiko hipertensi.

  • Berusia di atas 65 tahun.
  • Banyak mengonsumsi garam.
  • Obesitas atau kelebihan berat badan.
  • Memiliki keluarga dengan hipertensi (faktor keturunan).
  • Kurang mengonsumsi buah dan sayuran.
  • Jarang olahraga.
  • Minum kopi atau minuman lain yang berkafein secara berlebihan.
  • Mengonsumsi minuman beralkohol.
  • Merokok.

 

Faktor-faktor lain juga bisa meningkatkan risiko seseorang mengalami hipertensi, antara lain:

 

Upaya Pencegahan Hipertensi

Sebagai upaya mencegah hipertensi, langkah yang bisa diterapkan yakni:

  • Mengonsumsi makanan sehat.
  • Mengurangi konsumsi garam dan kafein.
  • Berhenti merokok.
  • Berolahraga secara teratur.
  • Menurunkan berat badan.
  • Berhenti mengonsumsi minuman beralkohol.

Langkah-langkah di atas juga bisa diterapkan sebagai upaya penunjang dalam mengobati hipertensi.

 

Pengobatan Hipertensi

Pengobatan hipertensi penting untuk mengurangi risiko kematian akibat penyakit jantung. Beberapa contoh obat hipertensi yang biasa diresepkan dokter antara lain:

  • Diuretik: indapamide, metolazone, furosemide, dan yang lainnya.
  • ACE inhibitor: captopril, trandolapril, dan yang lainnya.
  • Beta-blocker: propranolol, nebivolol, dan yang lainnya.
  • Alfa-blocker: doxazosin, terazosin hydrochloride, dan yang lainnya.

Saat ini memang telah tersedia jenis obat hipertensi. Namun, upaya pencegahan hipertensi yang telah disebutkan di atas tentu lebih baik daripada mengobati hipertensi. Oleh karena itu, lakukanlah pencegahan seawal mungkin. Berkonsultasilah dengan dokter untuk mendapatkan informasi lengkap mengenai penyakit hipertensi.

Namun jika Anda termasuk penderita hipertensi yang alergi terhadap obat-obatan dokter, obat herbal mungkin bisa menjadi solusi. Selain aman, obat herbal hipertensi juga terbukti aman, praktis, dan berkhasiat. Salah satu obat herbal hipertensi yang memiliki 3 kriteria tersebut yakni Cardo-R.

Cardo-R telah lulus uji badan POM sehingga aman dikonsumsi jangka panjang. Cardo-R juga sangat praktis, mudah dibawa kemana saja, tinggal minum tanpa perlu meracik terlebih dahulu. Kelebihan lain, Cardo-R tentu memiliki khasiat yang nyata karena diracik oleh pakar herbal profesional dan berpengalaman.

Cardo-R, solusi terbaik sembuhkan hipertensi!


CARDO-R

Klik pada gambar untuk mendapatkan informasi lebih lanjut.