Pilihan Pengobatan Leukimia (Kanker Darah)

Pengobatan kanker darah – kanker darah atau istilah medisnya leukimia termasuk jenis kanker yang menjadi pembunuh nomor 3 di Indonesia setelah kanker payudara dan kanker paru paru

Kanker darah sendiri terjadi akibat adanya sel sel darah putih yang belum matang yang tumbuh secara berlebihan. Akibatnya, sel sel darah putih tersebut memakan sel darah merah (eritrosit) dan membuat sumsum tulang tidak bisa memproduksi eritrosit. Hal tersebut tentunya membuat tubuh kekurangan sel darah merah. Dimana sel darah merah ini sangat dibutuhkan tubuh.

Leukimia sangat berbahaya jika tidak segera ditangani dengan cepat. Karena kekurangan eitrosit membuat kekebalan tubuh menurun bahkan berakibat kematian jika sudah mencapai stadium lanjut. Dalam dunia medis, ada beberapa pilihan cara mengobati kanker darah. Untuk lebih jelasnya, simak artikel ini lebih lanjut.

Pilihan Pengobatan Kanker Darah (Leukimia) 

1. Kemoterapi

Pilihan pengobatan leukimia yang paling umum digunakan adalah kemoterapi. Tidak hanya leukima saja, kemoterapi juga sering dijadikan pilihan cara untuk mengobati jenis kanker lain. Kemoterapi sendiri merupakan pengobatan menggunakan bahan bahan kimia untuk menghancurkan sel sel kanker. pada penderita leukima, kemoterapi akan melawan sel sel darah putih belum matang (sel kanker) yang terus memakan sel darah merah (eritrosit).

Kemoterapi dilakukan dengan memasukkan bahan kimia ke dalam tubuh penderita kanker melalui selang yang dimasukkan di hidung atau menyuntiknya di bagian tulang belakang. Menjalani kemoterapi tentu sangat menyiksa dan menyakitkan untuk mereka yang menjalaninya. Selain itu, kemoterapi juga memiliki efek samping, diantaranya adalah ;

  • Bagi penderita leukimia, kemoterapi menyebabkan sel darah putih normal ikut terbunuh sehingga fungsinya juga tidak akan berjalan.
  • Mual dan muntah.
  • Rambut rontok.
  • Mudah lelah.
  • Mudah terkena infeksi.
  • Konsentras melemah.
  • Beresiko terkena alzheimer (pikun).
  • Kesuburan menurun.
  • Mucositis (peradangan jaringan tubuh).

2. Radioterapi

Pengobatan leukimia yang kedua adalah terapi radiasi (radioterapi). Radioterapi dilakukan dengan menggunakan radiasi berenergi dan berfrekuensi tinggi untuk membunuh sel sel kanker. pasien enderita leukimia akan disuruh berbaring lalu sinar radioterapi akan mulai bekerja. Bagian pertama yang disinari adalah otak lalu limpa , bagian perut, dan kemudian bagian bagaian tubuh lain.

Sama seperti kemoterapi, radioterapi juga menimbulkan efek samping yang cukup berbahaya bagi tubuh, yaitu ;

  • Sel sel darah putih normal ikut mati sehingga tidak bisa menjalankan fungsinya.
  • Mual dan muntah.
  • Rambut rontok.
  • Masalah pendernaan.
  • Kulit kering.
  • Maalah kesuburan.

3. Terapi biologi

Pilihan pengobatan leukima berikutnya adalah terapi biologi. Terapi biologi ini tidak bisa langsung membunuh sel sel kanker dan tidak bisamembuat penderita sembuh total. Jika ingin sembuh total, perlu melakukan terapi biologi selama beberapa kali. fungsi utama terapi biologi adalah meningkatkan sistem kekebalan tubuh terhadap penyakit lain agar tidak menyerang. Terapi biologis juga berfungsi untuk mengehentikan pertumbuhan sel kanker (sel darah putih yang belum matang)

agar tidak terus memakan sel darah merah (eritrosit). Terapi bilogi dilakukan dengan memasukkan zat zat biologis seperti antibodi monoklonal ke dalam tubuh. cara memasukkan zat zat tersebut adalah dengan menyuntikkan. Suntikkan tersebut harus benar benar menancap ke bawah kulit atau otot agar zat antibodi monoklonal benar benar masuk ke tubuh. tentunya proses penyuntikkan tersebut lebih sakit dari suntikkan pada umumnya.

Terapi biologi memang memiliki efek samping. Akan tetapi efek sampingnya tidak terlalu membahayakan tubuh seperti kemoterapi. Efek samping dari terapi biologi antara lain adalah ;

  • Nyeri otot dan pembengkakan akibat proses penyuntikkan.
  • Sakit kepala.
  • Demam
  • Mudah merasa lelah.

4. Stem cell

Pengobatan kanker darah selanjutnya adalh stem cell atau transplantasi sel induk. Stem cell dilakukan setelah melakukan salah satu pengobatan di atas yaitu kemoterapi dan radioterapi. Karena saat melakukan pengobatan di atas sumsum tulang ikut hancur. Oleh karena itu, harus dilakukan tranplantasi sumsu tulang secepatnya.

Trasnplantasi sumsum tulang hampir sama seperti donor darah. Bedanya, transplantasi sumsum tulang biasanya dilakukan dengan operasi. Sumsum tulang pendonor juga harus cocok dengan sumsum tulang penderita leukimia dan perlu pemeriksaan terlebih dahulu. Biasanya, pendonoran sumsu tulang dilakukan oleh keluarga dan kerabat dekat atau mungkin orang lain yang memang cocok.

5. Terapi target

Pengobatan leukimia selanjutnya dapat dilakukan dengan terapi target. Terapi ini dilakukan dengan cara mengkonsumsi obat leukimia yang mengandung imatnib (gleevec). Obat ini mampu menghentika  pertumbuhan sel sel kanker atau pada leukimia sel darah putih yang belum matang.

Efek samping dari terapi target antara lain adalah ;

  • Mual dan muntah.
  • Perut kembung.
  • Masalah pencernaan.
  • Kram otot, dll.

Itulah pilihan pengobatan kanker darah yang dapat dilakukan secara medis. Walaupun begitu cara cara di atas tetap membutuhkan resiko yang besar terkait efek sampingnya. Akan tetapi hal tersebut tak perlu dikhawatirkan. Ada cara lain mengobati leukimia yang lebih aman dan tentunya juga tak kalah efektif. Yaitu dengan mengkonsumsi bahan herbal.

NATURACAN | OBAT HERBAL UNTUK MENGATASI KANKER

Aman, Alami, Praktis, & NO efek samping

NATURACAN - OBAT HERBAL UNTUK MENGOBATI KANKER Banyak sekali tanaman tanaman herbal untuk mengobati kanker yang ada di sekeliling kita. Atau jika ingin lebih praktis dtidak ribet konsumsilah tanaman herbal yang sudah dikemas dalam bentuk kapsul. NATURACAN salah satunya.

NATURACAN adalah obat herbal kapsul yang terbuat dari 100% bahan herbal alami. bahan herbal tersebut antara lain adalah buah mahkota dewa, kunyit putih, daun sambiloto, dan herbal rahasia lainnya yang efektif melawan kanker tanpa mengganggu pertumbuhan sel sel normal lainnya.

Khaisat NATURACAN secara keseluruhan adalah ;

  • Menghentikan pertumbuhan sel sel kanker.
  • Membunuh sel kanker secara apoptosis (bunuh diri).
  • Membunuh sel kanker tanpa merusak sel sel lainnya.
  • Memberikan efek kemoterapi alami.
  • Meningkatkan kesehatan tubuh secara keseluruhan.